Harga Gas 3 Kg: Kok Beda Dengan Label Di Papan?

shares |

Harga Gas 3 Kg: Kok Beda Dengan Label Di Papan?


Lungo.id - Semenjak pemerintah Indonesia menetapkan penggunaan gas tiga kilogram sebagai gas subsidi dan sebagai pengganti minyak tanah, mau tidak mau masyarakat harus mengikuti. Ternyata kebijakan pemerintah mengganti minyak tanah ke gas melon tidaklah salah, dari segi harga keekonomisan penggunaan gas melon memang lebih irit. Dari faktor kebersihan? Penggunaan gas 3 kilogram lebih hiegenis, selain itu juga lebih mudah digunakan. Kembali lagi ke pembahasan masalah harga gas melon ini, sebenarnya harga gas 3 kilogram ini berapa? Kok antara papan harga yang ditempel berbeda dengan di lapangan? Oke mari kita jelaskan mengenai harga gas 3 kilogram ini yang mayoritas mulai digunakan masyarakat Indonesia.

1. Pemerintah Menunjuk Pertamina sebagai Penyedia dan Pemasok Gas Alam Untuk Masyarakat


Dalam proses pengambilan sumber daya alam khususnya berupa gas yang nantikan akan kita gunakan, tabung pembungkus gas, distribusinya membutuhkan harga dan biaya yang tidak sedikit. Untuk eksplorasi gas alam ini bisa menyampai harga milyaran, belum nanti terjadi dry hole, pipa stuck, blow out. Namun yang akan kita bahas ga sedetail ini.

2. Pertamina Menunjuk Perusahaan Swasta untuk Distrubusi

Karena Pertamina adalah perusahaan yang bergerak dibidang penyedia energi, maka selanjutnya untuk memasok agar sampai ke masyarakat, sehingga pertamina butuh perusahaan yang mau mendistribusikan. Nah mulai dari sini, Pertamina sudah mematok harga agar dipasaran tidak terlalu mahal. Untuk patokan harga gas 3 kilogram ini sekitar 14.000 - 14.500 rupiah termasuk untuk biaya operasional, gaji karyawan dan lain-lain, dan tentunya distributor sudah mendapatkan untung juga.

3. Distributor ke Agen


Karena distributor sudah dipatok harganya oleh Pertamina dan kesepakatan bersama yaitu  sekitar 14000 - 14500 rupiah maka sampai ke agen harga gas 3 kilogram juga harus segitu sesuai kesepekatan.

4. Agen ke Warung
Untuk biaya operasional agen, maka agen juga harus mendapatkan untung dari penjualan gas, itulah hukum jual beli. Biasanya agen mengambil untung sekitar 1000 - 1500 rupiah, jadi harga yang di jual ke warung atau pengecer sekitar 15.500 - 16500 rupiah. Namun diberbagai daerah bisa berbeda harganya, faktor yang mempengaruhi bisa saja jarak tempuh untuk distribusi, kondisi jalanan, dan masih banyak lagi faktor yang mempengaruhi. Namun di kota-kota besar, harganya gas melon ini masih sekitar 15500 -16500 rupiah.

5. Warung ke Pengecer


Biasanya warung-warung menjual kembali ke pengecer atau konsumen, nah untuk masalah harga gas melon ini bisa bervariasi, antara 18000 rupiah bahkan sampai 20000 rupiah. Tergantung dari kebijakan si pemilik warung untuk menentukan harganya.

Tapi kenapa harga yang tertera di papan berbeda dengan kenyataan?
Perbedaan harga yang berbeda dengan kenyataan biasanya karena penyebab faktor kuantitas (jumlah pembelian), untuk harga yang diecerkan biasanya harganya selisih sampai 2000 rupiah, namun berbeda lagi jika membelinya lebih dari tiga, maka harga akan lebih murah. Biasanya dilapangan pematokan harga yang dilakukan seperti itu.

Begitulah harga gas tiga kilogram ini, karena proses pendistribusian yang cukup panjang, maka harganya juga naik. Semoga bermanfaat artikel ini. Oiya, dulu pernah ada isu bahwa gas 3 kilogram ini gampang bocor, mudah meledak. Sebenarnya apa sih penyebab bocornya gas tiga kilogram ini? Dan bagaimana menanggulanginya?

Related Posts

0 komentar:

Post a Comment